Loading...

Benih Padi Ilegal dari Malaysia Ditahan Petugas Karantina

16:30 WIB | Tuesday, 07-November-2017 | Karantina | Penulis : Kontributor

Sekitar 3,5 Kg benih padi yang dibawa oleh seorang penumpang dari Malaysia secara illegal pada                    2 November 2017 di terminal 2 Bandara Juanda - Sidoarjo ditahan petugas Karantina Surabaya.

 

  Ir. Damaris Lande, penanggung jawab Unit Pelayanan III, Cargo - Bandara Juanda, mengungkapkan benih padi illegal dari Malaysia selain media pembawa yang berisiko tinggi, juga dikhawatirkan membawa/mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) golongan AI (yang belum ada di Indonesia) misalnya: bakteri  Dickeya chrysantemi, Dickeya zeae, dan Pantoea ananatis. Sehingga harus dicegah masuk dan penyebarannya ke dalam wilayah Indonesia.

 

Informasi berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai atas travel bag yang dibawa oleh seorang penumpang di Terminal 2 - Bandara Juanda, selanjutnya dilaporkan ke petugas karantina Surabaya.

 

Setelah diperiksa ternyata travel bag tersebut berisi benih padi yang dimasukkan ke dalam tas plastik warna putih.  

 

Berdasarkan keterangan pemilik barang bahwa benih tersebut akan ditanam di Malang   tanpa dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Sehingga petugas menahan dan mengamankan benih dimaksud sampai pemilik dapat memenuhi dokumen  Dokumen yang dipersyaratkan.

 

Berdasarkan UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dokumen yang dipersyaratkan diantaranya: Phytosanitary certificate/sertifikat kesehatan dari negara asal, tidak ada Surat Ijin Pemasukan (SIP), dan tidak dilaporkan serta diperiksakan ke petugas karantina di negara tujuan (Indonesia). Herny

 

 

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162