Loading...

Kementan-KEIN Garap Hilirisasi Bioindustri Buah

14:53 WIB | Monday, 23-October-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura dan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) tengah menggarap serius hilirisasi bioindustri buah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdit Pascapanen, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Aminudin Azis saat ditemui tabloidsinartani.com dalam Kickoff Meeting ASEAN Cooperation Project di Bogor, beberapa waktu lalu.

 

Dalam focus group disscusion  antara Ditjen Hortikultura dengan KEIN, Azis mengungkapkan hilirisasi ini untuk meningkatkan nilai tambah dari produk pertanian. Setidaknya ada 28 komoditas dan 4 diantaranya produk hortikultura yaitu nanas, mangga, manggis dan jeruk.

 

“Tanaman hortikultura, khususnya buah di Indonesia seharusnya memiliki nilai tambah dengan pengolahan yang bisa menguntungkan petani dibandingkan dijual dalam bentuk segar,” katanya. 

 

Azis mencontohkan, manggis yang kini tengah tren diolah menjadi obat herbal di Indonesia, justru kulitnya diimpor dari Thailand untuk bisa diolah di dalam negeri. Padahal kulit manggis yang selama ini dibuang bisa dikumpulkan dan diolah secara sederhana untuk menjadi industri lanjutan di tingkat petani pengolah.

 

Ditjen Hortikultura sendiri kini tengah berbenah untuk mengurangi masuknya bahan setengah jadi untuk bahan baku industri, sehingga bisa menggunakan bahan baku di dalam negeri. "Lewat regulasi rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH), kita batasi tak hanya produk segar, tapi juga produk setengah jadi. Misalnya untuk bahan jus yaitu puree maupun tepung-tepung untuk bahan olahan. Kita dorong supaya industri berpikir untuk bisa menyerap bahan dari dalam negeri," ungkap Azis. Gsh

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162